KARAKTERISTIK TERNAK UNGGAS
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karakteristik Umum Ternak Unggas
Unggas, yang merupakan bagian dari Aves (burung), memiliki beberapa karakteristik fisik dan biologis yang membedakannya dari jenis ternak lain seperti ruminansia atau monogastrik (babi).
1. Pertumbuhan dan Perkembangan Cepat
Unggas, terutama ayam broiler, dikenal memiliki siklus hidup dan produksi yang sangat pendek.
Karakteristik: Unggas mencapai bobot potong atau mulai bertelur dalam waktu yang relatif singkat.
Contoh Nyata di SMK N 1 Kedawung: Siswa ATU mempelajari dan mempraktikkan manajemen pemeliharaan ayam broiler yang hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 hari untuk mencapai bobot panen (sekitar 1.8-2.5 kg), sebagai salah satu Unit Produksi (UP) atau tempat praktik.
2. Produktivitas Tinggi (Fertilitas)
Unggas dapat menghasilkan telur dalam jumlah banyak dan terus-menerus.
Karakteristik: Unggas petelur memiliki kemampuan berproduksi telur yang sangat intensif dalam satu siklus produksi.
Contoh Nyata di SMK N 1 Kedawung: Siswa mengelola ayam layer (ayam petelur) di kandang baterai atau colony cage. Ayam-ayam ini dapat mencapai puncak produksi hingga 90-95% (artinya 90-95 butir telur dari 100 ekor ayam per hari) dan memproduksi hingga 280-320 butir telur per tahun dalam kondisi pemeliharaan optimal.
3. Bersifat Monogastrik
Unggas memiliki sistem pencernaan tunggal (mirip manusia dan babi) namun dengan adaptasi unik.
Karakteristik: Mereka tidak memiliki gigi, memiliki tembolok (crop) untuk menyimpan makanan sementara, serta proventrikulus (lambung kelenjar) dan ventrikulus/gizzard (lambung otot) yang berfungsi untuk menghancurkan pakan.
Contoh Nyata di SMK N 1 Kedawung: Siswa mempelajari anatomi dan fisiologi unggas saat mata pelajaran Dasar-Dasar Peternakan atau Agribisnis Pakan Ternak Unggas. Mereka harus meramu pakan yang sudah digiling halus (mesh) atau berbentuk pelet, karena sistem pencernaan unggas efisien mencerna pakan yang halus dan tidak membutuhkan serat kasar yang tinggi (berbeda dengan sapi atau kambing).
4. Suhu Tubuh Relatif Tinggi
Unggas memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dibandingkan mamalia.
Karakteristik: Suhu tubuh normal unggas berkisar antara 40-41$^\circ$C (104−106∘F). Hal ini berdampak pada metabolisme yang cepat.
Contoh Nyata di SMK N 1 Kedawung: Dalam praktikum Agribisnis Pembibitan Ternak Unggas, siswa harus menjaga suhu lingkungan kandang anak ayam (DOC/Day Old Chick) agar tetap hangat (sekitar 32−35∘C) menggunakan pemanas (brooder) di minggu-minggu awal. Suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan anak ayam sakit atau mati.
5. Kebutuhan Ruang Kandang Intensif
Unggas umumnya dipelihara dalam sistem intensif dengan kepadatan tinggi untuk efisiensi.
Karakteristik: Peternakan unggas modern memaksimalkan jumlah ternak per luasan area, terutama pada ayam broiler dan ayam petelur komersial.
Contoh Nyata di SMK N 1 Kedawung: Siswa ATU dilatih merencanakan dan menghitung kepadatan kandang. Untuk ayam broiler, kepadatannya bisa mencapai 8-10 ekor per m2 saat panen. Untuk ayam petelur di kandang baterai, perhitungan kebutuhan ruang fokus pada luasan per ekor ayam di dalam sel baterai.
Contoh Nyata di Lingkungan SMK N 1 Kedawung Sragen Jurusan ATU
Jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATU) di SMK N 1 Kedawung berfokus pada keahlian budidaya dan pengelolaan usaha ternak unggas pedaging dan petelur. Dua jenis unggas utama yang umumnya dipelajari secara mendalam adalah:
🐓 Ayam Broiler (Pedaging)
Ayam broiler adalah contoh nyata dari karakteristik pertumbuhan yang sangat cepat dan konversi pakan yang efisien.
Aplikasi Karakteristik: Siswa memonitor FCR (Feed Conversion Ratio) atau rasio konversi pakan, di mana mereka berusaha agar setiap 1 kg pertambahan bobot ayam hanya membutuhkan kurang dari 1.7 kg pakan. Pemeliharaan broiler merupakan praktik utama dalam mata pelajaran Agribisnis Ternak Unggas Pedaging
🥚 Ayam Layer (Petelur)
Ayam layer adalah representasi sempurna dari karakteristik produktivitas tinggi dan kebutuhan kandang intensif.
Aplikasi Karakteristik: Siswa mengelola manajemen produksi telur harian (mencatat Hen Day/HD), melakukan grading (sortasi) telur berdasarkan ukuran dan kualitas, serta menjaga kebersihan kandang untuk meminimalkan risiko penyakit seperti Newcastle Disease (ND) atau Avian Influenza (AI). Hal ini dipelajari dalam mata pelajaran Agribisnis Ternak Unggas Petelur.
🦆 Aneka Ternak Unggas (Tambahan)
Selain ayam, kadang SMK juga memelihara bebek (itik) atau puyuh sebagai variasi praktik yang menunjukkan karakteristik khusus lainnya.
Aplikasi Karakteristik: Itik petelur menunjukkan karakteristik daya tahan tubuh yang lebih kuat terhadap perubahan lingkungan dibandingkan ayam, sementara puyuh menunjukkan karakteristik produktivitas telur yang sangat tinggi relatif terhadap bobot tubuhnya. Ini dipelajari dalam mata pelajaran Agribisnis Aneka Ternak Unggas.
Melalui praktik nyata ini, lulusan ATU SMK N 1 Kedawung dibekali dengan kompetensi teknis dan manajerial untuk mengelola usaha ternak unggas secara profesional dan komersial, sesuai dengan visi dan misi jurusan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
kerenn bangett artikelmu kawann jann lupa mampir yaa
BalasHapusSTECU
BalasHapusanjayyy
BalasHapus👍👍👍
BalasHapus